Pengertian Elektroplating dan Kegunaannya

Elektroplating (penyepuhan) adalah penerapan sel elektrolitik dimana lapisan tipis logam diendapkan pada permukaan konduktif elektrik. Berikut ini adalah pengamatan lebih dekat pada apa elektrokimia, bagaimana cara kerjanya, logam dan anoda apa yang digunakan.

Kenapa Elektroplating diperlukan
Ada beberapa alasan mengapa kita ingin melapisi permukaan konduktif dengan logam. Pelapisan perak dan pelapisan emas dari perhiasan atau perlengkapan makan dari perak biasanya dilakukan untuk memperbaiki penampilan dan nilai barang.
Pelapisan kromium meningkatkan tampilan benda dan juga meningkatkan pemakaiannya dan menahan karat dan aus. Seng atau pelapis timah bisa diterapkan untuk memberi ketahanan terhadap korosi. Kadang electroplating dilakukan hanya untuk meningkatkan ketebalan suatu barang.

Bagaimana Elektroplating Bekerja
Elektroplating bekerja seperti sel galvanis atau sel Volta secara terbalik. Arus listrik mereduksi kation dari larutan sehingga bisa melapisi bahan konduktif dengan lapisan tipis.

Proses Elektroplating
Dalam salah satu bentuk elektroplating, logam yang akan dilapisi terletak pada anoda, dengan benda yang akan melapisi terletak di katoda. Baik anoda maupun katoda direndam dalam larutan yang mengandung garam logam terlarut (misalnya ion logam yang dilapisi) dan ion lainnya yang bekerja untuk memungkinkan aliran listrik melalui rangkian. Arus searah dipasok ke anoda, mengoksidasi atom logam dan melarutkannya dalam larutan elektrolit.
Ion logam terlarut berkurang pada katoda, memasang logam ke benda itu. Arus melalui rangkaian sedemikian rupa sehingga tingkat di mana anoda dilarutkan sama dengan laju di mana katoda dilapisi.

Contoh Elektroplating
Contoh sederhana dari proses elektroplating adalah elektroplating tembaga dimana logam dilapisi (tembaga) digunakan sebagai anoda dan larutan elektrolit mengandung ion logam yang akan dilapisi (Cu2 + pada contoh ini).
Tembaga berada larutan pada anoda karena dilapisi di katoda. Konsentrasi konstan Cu2+ dijaga dalam larutan elektrolit yang mengelilingi elektroda:

Anoda: Cu(s) → Cu2+(aq) + 2 e

Katoda : Cu2+(aq) + 2 e → Cu(s)

Beberapa Proses Electroplating yang Umum digunakan

Logam Anoda Elektrolit Aplikasi
Cu Cu 20% CuSO4, 3% H2SO4 Peralatan elektronik
Ag Ag 4% AgCN, 4% KCN, 4% K2CO3 Perhiasan
Au Au, C, Ni-Cr 3% AuCN, 19% KCN, 4% Na3PO4 buffer Perhiasan
Cr Pb 25% CrO3, 0.25% H2SO4 Sparepart mobil
Ni Ni 30% NiSO4, 2% NiCl2, 1% H3BO3 dasar pelapisan krom
Zn Zn 6% Zn(CN)2, 5% NaCN, 4% NaOH, 1% Na2CO3, 0.5% Al2(SO4)3 Galvanisasi baja
Sn Sn 8% H2SO4, 3% Sn, 10% cresol-sulfuric acid Pelapisan kaleng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.