by

Beberapa Bahan Bakar dan Nilai Kalornya

Beberapa Bahan Bakar dan Nilai Kalornya
Pembakaran adalah salah satu sumber energi yang paling umum digunakan oleh manusia. Ada beberapa jenis Bahan Bakar dalam keadaan agregat: bahan bakar padat, bahan bakar cair dan bahan bakar gas. Dengan demikian kita dapat memberikan contoh: bahan bakar padat misalnya kokas, batubara, bahan bakar dalam bentuk cairan misalnya minyak bumi dan produk minyak bumi (minyak tanah, bensin, minyak, bahan bakar minyak, bahan bakar dalam bentuk gas adalah gas (metana, propana, butana, dll.)
 

Parameter penting dari setiap jenis bahan bakar adalah nilai kalornya, dalam banyak kasus menentukan arah penggunaan bahan bakar. Nilai kalor adalah jumlah panas yang dilepaskan selama pembakaran 1 kg (atau 1 m3) bahan bakar pada tekanan 101,325 kPa dan 00C, yaitu pada kondisi normal.

Nilai kalor dinyatakan dalam satuan kJ/kg (kilojoule/kg). Secara alami, bahan bakar yang berbeda memiliki nilai kalor yang berbeda
 
Beberapa Bahan Bakar dan Nilai Kalornya
Arang Coklat nilai kalornya 25550 kj/kg
Beberapa Bahan Bakar dan Nilai Kalornya
BAtu bara nilainya kalornya 33920 kj/kg

Contoh-contoh nilai kalori dari bahan-bahan lain diantaranya Minyak tanah = 35000 Kj/kg, kayu = 18850 kj/kg, bensin = 46000 kj/kg, dan metana = 50000 kj/kg

Terlihat bahwa metana dari bahan bakar ini memiliki nilai kalor tertinggi. Untuk menerima panas yang terkandung dalam bahan bakar, harus dipanaskan sampai suhu penyalaan dan, tentu saja, jika jumlah oksigen yang cukup. Dalam proses reaksi kimia pembakaran menghasilkan sejumlah besar panas.

Bagaimana cara membakar batu bara?, Batubara dipanaskan dengan aksi oksigen, membentuk karbon oksida (IV), yaitu CO2. Kemudian CO2 di lapisan atas batubara panas bereaksi dengan batubara lagi dan menghasilkan zat kimia oksida baru karbon (II) atau CO yaitu karbon monoksida. Tetapi zat ini sangat aktif dan sekali di udara jumlah oksigen yang cukup, zat CO terbakar dengan nyala biru dengan pembentukan karbon dioksida CO2

Suhu nyala api

Apakah kita pernah bertanya pada diri sendiri, berapa suhu nyala api?! Kita semua tahu bahwa, misalnya, untuk melakukan reaksi kimia tertentu yang diperlukan untuk memanaskan reaktan. Untuk keperluan seperti itu di laboratorium, gunakan pembakar gas yang menggunakan gas alam, yang memiliki nilai kalor yang baik. Saat membakar bahan bakar gas, energi kimia pembakaran diubah menjadi energi termal. Untuk pembakar gas, nyala api dapat disajikan sebagai:
 
Beberapa Bahan Bakar dan Nilai Kalornya

Titik tertinggi nyala disebut sebagai puncak titik nyala . Suhu pada titik ini sekitar 15400C – 15500C, tepat di bawah (sekitar 1/4 bagian) di tengah-tengah nyala adalah area terpanas yaitu mencapai 15600C, selanjutnya adalah titik terendah nyala api dimana suhunya hanya 3500C

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.